Trending

Kunjungi Facebook Saya

technology
fashion

11/08/2013

Pengurus BPP-PKN Audiensi Dengan Ketua DPRD Sumut

Medan, - Pengurus Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) menggelar pertemuan dengan pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) pada hari ini, Kamis (7/11/2013).

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa hal yang menggembirakan terkait kebutuhan akan Surat Keputusan (SK) sebagai dukungan atas pembentukan Provinisi Kepulauan Nias tersebut. BPP-PKN diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun dan Wakil Ketua Muhammad Affan bertempat di Gedung DPRD Sumut.



Adapun syarat yang masih perlu dipenuhi dan diminta DPRD adalah peta wilayah Provinsi Kepulauan Nias.

Bulan lalu, rapat paripurna DPR RI telah menyepakti usulan Komisi II DPR RI tentang pembentukan 65 daerah otonomi baru, termasuk di dalamnya delapan calon provinisi baru yang mencakup Provinsi Kepulauan Nias menjadi Rancangan Undang-Undang (RUU) inisiatif DPR RI.

Usulan Provinsi Kepulauan Nias sendiri tetap diloloskan meski salah syarat utama yakni adanya Surat Keputusan (SK)  Gubsu, dan Surat Keputusan DPRD Sumutr belum kunjung diperoleh.

Adapun SK yang dibutuhkan dari Gubsu, adalah tentang:

- Persetujuan Pelepasan Kabupatan/Kota yang menjadi cakupan wilayah calon provinsi;
- Persetujuan nama calon provinsi;
- Persetujuan calon ibukota;
- Persetujuan pemberian hibah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan calon provinsi untuk jangka waktu paling kurang dua tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian daerah otonomi;
- Persetujuan pengalokasian pembiayaan untuk penyelenggaraan pemerintahan calon provinsi untuk jangka waktu sampai dengan disahkannya APBD provinsi baru;
- Persetujuan penyerahan kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai berupa barang bergerak dan tidak bergerak, personil, dokumen dan hutang piutang provinsi yang akan dimanfaatkan calon provinsi.
Dalam pertemuan ini, kelima anggota DPRD Sumut asal Nias tidak berada ditempat dengan alasan kunjungan kerja, sementara dari BPP PKN, dihadiri oleh para kepala daerah se-Kepulauan Nias, BPP PKN Nias, Medan dan Jakarta.

Sumber: beritanias.com

9/09/2013

Menghadiri Rakorda Partai Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit

Ya'ahowu - Dalam rangka konsolidasi kemenganagan Partai Gerindra  menghadapi Pemilu Legislatif 2014, DPD Sumatera Utara mengadakan Rakorda yang dipusatkan di Siblolangit. Faahakhododo Maruhawa turut ambil bagian didalamnya dengan menghadiri sebagai peserta. Rakorda kali ini membahas berbagai strategi untuk pemengangan Partai Gerindra khususnya di Sumatera Utara.

Selain menghadiri Rakorda Parta Gerindra, Faahakhododo Maruhawa mengambil kesempatan untuk menghadiri Pertemuan Majelis Gereja ONKP Medan. Sebagai salah satu petinggi ONKP kehadiran Faahakhododo Maruhawa sangat memberikan manfaat khususnya ONKP Medan untuk bisa mengetahui perkembangan Gereja ONKP baik secara keseluruhan.

8/28/2013

Fa’ahakhödödö Maruhawa, SE.,MM Tokoh Nias Barat Maju Jadi Caleg DPRD Sumatera Utara

Ya'ahowu -  Fa’ahakhödödö Maruhawa, SE.,MM. atau yang sering dikenal dengan Bapak Ama Moses sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kepulauan Nias terlebih Nias Barat dan tidak diragukan lagi dalam berpolitik karena kiprah beliau dan teman temanya memperjuangkan pemekaran Kabupaten Nias Barat.

Keinginan Fa’ahakhödödö Maruhawa maju sebagai calon DPRD Provinsi Sumatera Utara dari partai Gerindra nomor urut 6 adalah sangat tepat agar  suara dan aspirasi masyarakat Kepulauan Nias umumnya dan Nias Barat khususnya  dapat terwakilkan di tingkat provinsi Sumatera Utara.

Fa’ahakhödödö Maruhawa dalam segala perjuangan dan berpolitik tidak pernah merasa segala keberhasilan karena usaha sendiri tetapi keberhasilan yang dicapai karena ada kebersamaan dan karena dukungan orang lain.
 
Sekecil apapun peran serta orang  lain dalam memperjuangkan keinginan dan aspirasi masyarakat selalu dihargai, termasuk peran media sosial dan media cetak yang mempublikasikan perjuangan beliau (Ama Moses Maruhawa) selalu dengan terbuka dan bersahabat.

Untuk meraih hal ini tentunya harus ada dukungan dan partisipasi masyarakat Kepulauan Nias untuk bisa secara bersama - sama mengantarkan Bapak Fa’ahakhödödö Maruhawa menjadi anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2014 - 2019.

8/23/2013

Moeldoko Panglima TNI, Prabowo Senang

Ya'ahowu - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. “Saya ucapkan selamat,” kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.

Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. “Dia orang terbaik,” kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. “Jadilah pemimpin yang baik,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.

Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.

Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.

Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. “Saya ucapkan selamat,” kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.
Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. “Dia orang terbaik,” kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. “Jadilah pemimpin yang baik,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.
Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.
Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.
Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.
- See more at: http://partaigerindra.or.id/2013/08/22/moeldoko-panglima-tni-prabowo-senang.html#sthash.ixxvT0UP.dpuf
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. “Saya ucapkan selamat,” kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.
Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. “Dia orang terbaik,” kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. “Jadilah pemimpin yang baik,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.
Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.
Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.
Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.
- See more at: http://partaigerindra.or.id/2013/08/22/moeldoko-panglima-tni-prabowo-senang.html#sthash.ixxvT0UP.dpuf
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. “Saya ucapkan selamat,” kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.
Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. “Dia orang terbaik,” kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. “Jadilah pemimpin yang baik,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.
Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.
Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.
Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.
- See more at: http://partaigerindra.or.id/2013/08/22/moeldoko-panglima-tni-prabowo-senang.html#sthash.ixxvT0UP.dpuf
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut senang dengan terpilihnya Jenderal (TNI) Moeldoko menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. “Saya ucapkan selamat,” kata Prabowo usai menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf di Banyuwangi, Kamis, 22 Agustus 2013, sore.
Menurut dia, Moeldoko punya rekam jejak yang lurus. “Dia orang terbaik,” kata dia. Prabowo berpesan, supaya Moeldoko menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya. Dia diharapkan mampu membawa TNI lebih baik dan profesional. “Jadilah pemimpin yang baik,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus 1996-1998 ini.
Komisi Pertahanan DPR resmi menyetujui penetapan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kesepakatan ini didukung dengan suara bulat dari sembilan fraksi di DPR.
Moeldoko merupakan satu-satunya calon panglima TNI yang disodorkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Dewan Perwakilan Rakyat. DPR pun hari ini telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Moeldoko. Moeldoko terpilih dengan suara bulat untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun.
Moeldoko adalah lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1981. Lepas dari pendidikan kemiliteran, Moeldoko menduduki jabatan Wadan Yonif 202/Tajimalela, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sespri Wakasad, Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad. Karier Moeldoko makin bersinar ketika menjabat sebagai Panglima Divisi I Kostrad (Pangdivif-1 Kostrad) dan dipindahtugaskan sebagai Pangdam pertama Kodam Tanjungpura pada 2010.
- See more at: http://partaigerindra.or.id/2013/08/22/moeldoko-panglima-tni-prabowo-senang.html#sthash.ixxvT0UP.dpuf

8/20/2013

7 Dari 10 Fraksi DPRD Sumut Mendukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias

Ya'ahowu - Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda penyampaian pandangan fraksi soal pemekaran tiga Provinsi di Sumatera Utara sempat diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli, Sumatera Tenggara dan Kepulauan Nias. Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan.
Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, PDS,Hanura, PPRN, dan Gerindra. Sedangkan dua fraksi yang menolak memberikan pendapat adalah PKS dan PPP. Sementara yang menyatakan tidak keberatan adalah Partai Golkar.
PKS dan PPP beralasan, usulan pembentukan ketiga provinsi baru tersebut, belum memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 207 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.
Keputusan DPRD Sumut tentang rekomendasi pembentukan provinsi, memberikan rekomendasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara dengan ibukota Padang Sidempuan.
DPRD Sumut juga merekomendasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang terdiri dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.
Terakhir, mereka juga memberi rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli yang terdiri dari Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Tengah,  Humbang Hasundutan dan Sibolga. Sedangkan wilayah sisanya akan tetap berada di Sumatera Utara. Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut mempertanyakan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, terkait perkembangan pemekaran Provinsi Sumatera Utara pada Sidang Paripurna Pemandangan Umum Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumut 2012, di ruang rapat DPRD Sumut, Senin (19/8), Medan.

8/15/2013

Menghadiri Acara Festival Budaya Kabupaten Nias Barat di Lahomi

Ya'ahowu - Untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Nias Barat melakukan berbagai kegiatan, salah satunya 'Festival Budaya', dalam kegiatan ini selain dihadiri oleh Pejabat Nias Barat, juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh Nias Barat yang berdomisili di berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran para tokoh-tokoh Nias Barat ini menambah semangat acara tersebut dan sekaligus untuk bisa memberikan masukan, sumbangan pemikiran untuk kemajuan daerah. Salah satu tokoh Nias Barat yang hadir ialah Bapak Faahakhododo Maruhawa yang juga merupakan caleg dari Partai Gerindra untuk DPRD Sumatera Utara nomor urut 6, jauh - jauh dari Jakarta menyiapkan diri untuk bisa hadir sekaligus untuk melepas kangen terhadap kampung halaman. 

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat Nias Barat, hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang memadati halaman kantor Bupati, bahkan masyarakat sangat berharap acara ini bisa diadakan tiap tahun, selain untuk hiburan juga guna untuk menggali dan melestarikan Budaya nias dan khususnya Nias Barat.

Dari: Berbagai Sumber







8/11/2013

Mubes II Salom Ajang Kumpul Tokoh Nias Barat

Gunungsitoli, NiasPost.com – Musyawarah besar II organisasi terbesar masyarakat Nias Barat SALOM yang digelar di Balai Pertemuan Santo Yakobus Laverna, Gunungsitoli, Sabtu (10/8), dihadiri oleh sejumlah tokoh Nias Barat dari berbagai daerah.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase ini mengambil tema “Lakhomi Sebua Wahasara Dodo”, sekaligus memilih pengurus DPP SALOM periode 2013-2017.
Tokoh Nias Barat yang tampak hadir pada acara tersebut antara lain: Firman Jaya Daely, FG. Marthin Zebua, Pastor Romanus Daely, Kalebi Hia, Faakhododo Maruhawa, Sudirman Halawa, dan mantan Bupati Nias Barat Faduhusi Daely.

Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulo dalam sambutannya mengharapkan, pengurus baru SALOM memberikan perhatian dan kesungguhan, dalam menjalankan program yang digulirkan SALOM, “Kebersamaan masyarakat SALOM dapat menjadi contoh kepada yang lain,” kata Bupati.
Setelah melewati proses sidang yang alot, akhirnya tim formatur yang yang terdiri dari Ina Vandel Daely (mewakili dewan pembina), Raradodo Daely, Ama Iman Daely, Emanuel Daely dan Ebenezer Hia, menetapkan Fasiaro Daely sebagai Ketua Umum DPP SALOM periode 2013-2017, sekretaris jenderal Mareko Zebua, dan bendahara umum Cakraeli Gulo.


Sumber: NiasPostCom

Harapan Terhadap Gereja Menjadi Motor Perubahan

Ya'ahowu - Ketika Faahakhododo Maruhawa menghadiri peresmian/pentahbisan Gereja BNKP Lolowa'u Kecamatan Sirombu - Kabupaten Nias Barat, pada hari Minggu 11 Agustus 2013 menyampaikan harapannya kepada Gereja, ketika memberikan kata sambutan mewakili tokoh masyarakat Nias Barat, bahwa Gereja mempunyai peranan penting bahkan menjadi  motor dalam perubahan, terlebih jika dikaitkan dalam menghadapi pesta demokrasi rakyat, tahun 2014 yang akan datang.

Pada saat itu juga Bapak Faahakhododo Maruhawa menitipkan pesan sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk berpartisispasi aktif dalam pesta demokrasi sekaligus mulai saat ini bisa melihat dan mempelajari setiap track record (rekam jejak) setiap para caleg baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Jejak rekam yang dimaksud pribadi atau profile caleg memiliki kepedulian, kejujuran, dan komitmen untuk memajukan daerah Kepulauan Nias secara khusus.

Gereja BNKP Lolowa'u ini di resmikan sekaligus di tahbiskan oleh Bapak Ephorus BNKP yang sekaligus ibadah kebaktian,  turut hadir Bupati Nias Barat, (AA Gulo) beserta istri, mantan PJ Bupati Nias Barat (Faduhusi Daeli) beserta istri, Sekda Nias Barat dan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat lainnya serta para undangan lainnya baik dari internal BNKP maupun interdenominasi gereja yang diperkirakan sebanyak 2000 orang.

7/28/2013

Deklarasi Dan Pengukuhan DPP GPKN Periode 2013 - 2012


Ya'ahowu - Bertempat di Gedung Joang 45, Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta Pusat, organisasi kepemudaan dari kepulauan Nias yang diberi nama Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN) dideklarasikan sekaligus dilakukannya pengukuhan Dewan Pengurus Pusat DPP GPKN periode 2013 – 2017 (Sabtu, 27/07/2013).

Deklarasi organisasi kepemudaan berskala  nasional satu-satunya dari kepulauan Nias yang berkedudukan di Jakarta yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 2012 dan sudah berbadan hukum dengan Akta Notaris Novianti, SH., MM, Nomor 211 tertanggal 20 Desember 2012 ini dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai elemen masyarakat dari kepulauan Nias yang berdomisili di Jabodetabek, beberapa media peliput maupun aktivis pemuda dari organisasi massa lainnya.
Dalam sambutannya seusai dikukuhkan, Ketua Umum GPKN Tobias Duha mengajak para pemuda dari kepulauan Nias untuk berkontribusi nyata demi kemajuan kepulauan Nias secara khusus maupun Indonesia secara umum.

Sebagai salah satu Penasehat GPKN, turut hadir serta sekaligus mengukuhkan dengan menyamatkan PIN kepada Pengurus DPP GPKN Periode 2013 - 2017, kiranya Pemuda Nias terus maju dan berkarya bagi Kepulauan Nias.

2/06/2013

Sejarah Partai Gerindra

Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan. Dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, terjadi obrolan antara intelektual muda Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Ketika itu, November 2007, keduanya membahas politik terkini, yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat. Bahkan, siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah jadi korban. 

Kebetulan, salah satu korban itu adalah Hashim sendiri. Dia diperkarakan ke pengadilan dengan tudingan mencuri benda-benda purbakala dari Museum radya Pustaka, Solo, Jawa tengah. “Padahal Pak Hashim ingin melestarikan benda-benda cagar budaya,“ kata Fadli mengenang peristiwa itu. 

Bila keadaan ini dibiarkan, negara hanya akan diperintah oleh para mafia. Fadli Zon lalu mengutip kata-kata politisi inggris abad kedelapan belas, Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing.” Dalam terjemahan bebasnya, “kalau orang baik-baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.“ terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Hashim pun setuju bila ada sebuah partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan, justru memaksakan demokrasi di tengah himpitan kemiskinan, yang hanya berujung pada kekacauan.

Gagasan pendirian partai pun kemudian diwacanakan di lingkaran orang-orang Hashim dan Prabowo. Rupanya, tidak semua setuju. Ada pula yang menolak, dengan alasan bila ingin ikut terlibat dalam proses politik sebaiknya ikut saja pada partai politik yang ada. Kebetulan, Prabowo adalah anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, sehingga bisa mencalonkan diri maju menjadi ketua umum. Namun, ketika itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla adalah wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Mana mau Jusuf Kalla memberikan jabatan Ketua Umum Golkar kepada Prabowo?” kata Fadli.

Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Untuk mematangkan konsep partai, pada Desember 2007, di sebuah rumah, yang menjadi markas IPS (Institute for Policy Studies) di Bendungan Hilir, berkumpulah sejumlah nama. Selain Fadli Zon, hadir pula Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi dan Haris Bobihoe. Mereka membicarakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang akan dibentuk. “Pembahasan dilakukan siang dan malam,” kenang Fadli. Karena padatnya jadwal pembuatan AD/ART , akhirnya fisik Fadli ambruk juga. Lelaki yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif di IPS ini harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu.

Fadli tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan partai baru ini. Bahkan dia merasa pesimistis bahwa gagasan pembentukan partai baru itu akan terus berlanjut. Namun diluar dugaan, ketika Hashim datang menjenguk di rumah sakit, Hashim tetap antusias pada gagasan awal untuk mendirikan partai politik. Akhirnya, pembentukan partai pun terus dilakukan secara maraton. Hingga akhirnya, nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.

Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.

Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa indonesia. Namun demikian mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tidak mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas bangsa indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, kita terjebak dalam sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa indonesia ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.

Nah, Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.

Kisah Gerindra dan Kepala Garuda

Memberi nama partai politik gampang-gampang susah. Karena nama partai berkaitan dengan persepsi yang akan diingat oleh masyarakat selaku konstituen. Sebelum nama Gerindra muncul, para pendiri partai ini seperti Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon dan Muchdi Pr juga harus memikirkan nama yang tepat. Ketika itu di Bangkok, Thailand, mereka berkumpul untuk acara Sea Games Desember 2007, demi mendukung tim indonesia, terutama polo dan pencak silat yang berhasil lolos untuk dipertandingkan di sana.

Kebetulan Prabowo adalah ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). Namun ajang kumpul-kumpul tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membahas nama dan lambang partai. Nama partai harus memperlihatkan karakter dan ideologi yang nasio-nalis dan kerakyatan sebagaimana manifesto Gerindra. tersebutlah nama “Partai Indonesia Raya”. Nama yang sebenarnya tepat, namun sayang pernah digunakan di masa lalu, yakni PIR (Partai Indonesia Raya) dan Parindra. “Kalau begitu pakai kata GERAKAN, jadi Gerakan Indonesia Raya,” ucap Hashim penuh semangat. Peserta rapat pun kemudian menyetujuinya. Selain gampang diucapkan, juga mudah diingat: Gerindra, begitu bila disingkat. Nah, setelah persoalan nama selesai, tinggal soal lambang. Lambang apa yang layak digunakan?

Muncul ide untuk menggunakan burung garuda. Namun, ini lambang yang sudah banyak digunakan partai lain. apalagi simbol Pancasila yang tergantung di dada garuda, mulai dari bintang, padi kapas, rantai, sampai kepala banteng dan pohon beringin, sudah digunakan oleh partai yang ada sekarang. Untuk menemukan lambang yang tepat, Fadli Zon mengadakan survei kecil-kecilan.

Hasilnya, sebagian masyarakat justru menyukai bila Gerindra menggunakan lambang harimau. Harimau adalah binatang yang sangat perkasa dan menggetarkan lawan bila mengaum. Namun, Prabowo memiliki ide lain, yakni kepala burung garuda, ya hanya kepalanya saja. Gagasan itu disampaikan oleh Prabowo sendiri, yang juga disetujui oleh pendiri partai yang lain.

Maka jadilah Partai Gerindra yang kita kenal sekarang. Perpaduan antara nama dan lambang yang tepat, sebab keduanya menggambarkan semangat kemandirian, keberanian dan kemakmuran rakyat. Kepala burung garuda yang menghadap ke kanan, melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. Sisik di leher berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, dan bingkai gambar segi lima yang seluruhnya mengandung arti hari kemerdekaan, 17-8-1945. Dalam perjalanannya kemudian, terbukti, Gerindra mendapatkan tempat di hati masyarakat, meski berusia muda. Ketika iklan kampanye gencar dilakukan, burung garuda dan suaranya ikut memberi latar belakang sehingga para penonton merasa tergugah dengan iklan tersebut.

Sumber : PartaiGerindra

4/06/2012

Diskusi Nasional GPKN

Ya'ahowu - Diskusi yang diadakan oleh Gerakan Pemuda Kepulauan Nias “GPKN” resmi dibuka oleh Ketua Umum GPKN Tobias Duha di Aula Seminar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jl. Mayjen Sutoyo No. 2, Cawang, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya yang mewakili undangan Penasehat GPKN, Faahakhododo Maruhawa   mengatakan bahwa pemuda kepulauan Nias di tingkat nasional sesungguhnya bisa diandalkan, masyarakat Nias secara umum dimanapun mereka berada diharapkan selalu terdepan.

Acara diskusi yang bertemakan “Peranan Pemuda Dalam Rangka Pembangunan Sumber Daya Manusia Kepulauan Nias” ini dihadiri oleh Bupati Nias Sokhiatulo Laoli sebagai nara sumber. Kehadiran  Faahakhododo Maruhawa turut memberikan semangat bagi peserta diskusi.


2/19/2012

Pembentukan BPP-PKN Jakarta, Mewujudkan Provinsi Kepulauan Nias


 Ya'ahowu - Sekali LAYAR TERKEMBANG pantang diturunkan sebelum jadi kenyataan. Mari kita dukung perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi ??

Kata-kata di atas semakin populer menjelang di lantiknya Badan Persiapan Pembentukan (BPP) Provinsi Kepulauan Nias  Jakarta akan dilantik pada Sabtu (18/2/2012). Acara pelantikan tersebut akan dilaksanakan di Gedung Joeang 45, Jl. Menteng Raya, no. 45, Jakarta Pusat.

Cita-cita luhur ini semakin antusias di sambut sehubungan dengan  dukungan seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias dan juga seluruh elemen masyarakat terutama beberapa ormas masyarakat nias baik yang ada di Jabodetabek maupun yang di luar jabodetabek.., semoga Tuhan menyertai perjuangan ono niha dalam rangka menjadikan Kepulauan Nias Menjadi sebuah Provinsi.

12/20/2008

Sambutan Fa’ahakhödödö Maruhawa, SE.,MM Dalam Syukuran Pembentukan Kabupaten Nias Barat serta Perayaan Natal Dan Tahun Baru 2008-2009

Ya'ahowu - Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Allah, atas kesempatan yang diberikanNya bagi kita semua yang hadir ditempat ini, hanya karena rahmat dan anugerahNya saja kita bisa berkumpul bersekutu dan memuji Tuhan dalam acara Syukuran, Natal dan Tahun Baru masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek, sebagaimana kita ikuti bersama.

Pembentukan Panitia Syukuran, Natal dan Tahun Baru ini, adalah merupakan dorongan dan kerinduan dari masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek dalam mengungkapkan rasa terima kasih atas berkat dari Tuhan dengan telah didengar dan dikabulkanNya doa, perjuangan seluruh masyarakat Nias Barat dimanapun berada, sehingga BPP Kanisbar Perwakilan Jakarta ber-inisiatif melaksanakan acara syukuran dimaksud maka pada tanggal 10 November 2008 dengan dihadiri beberapa komponen dan tokoh masyarakat Nias Barat, jadi panitia bekerja mempersiapkan acara ini hanya dalam 1 bulan.

Karena masa-masa ini adalah masa memasuki Natal serta akan memasuki pergantian tahun, maka acara syukuran tersebut dilaksanakan dan dikaitkan dengan acara Natal & Tahun Baru 2008-2009.

Bapak/ibu, sdra/I yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, sangatlah wajar bilamana kita semua dan secara khusus masyarakat Nias Barat bersyukur dengan terbentuknya Kabupaten Nias Barat melalui pengesahan UU Otonomi yang baru pada sidang Paripurna DPR-RI bersama Pemerintah tanggal 29 Oktober 2008 yang lalu, Firman Tuhan mengajar kita untuk bersuka cita, berdoa dan mengucap syukur, sebagaimana ajakan Rasul Paullus kepada Jemaatnya di Tesalonika “Bersukacitalah senantiasa, Tetaplah berdoa Dan Mengucap Syukurlah dalam segala hal itulah yang dikehendaki Alalh bagi kamu (1 Tesalonika 5:18-20).

Cita-cita masyarakat Nias Barat (Aechula) membentuk kota Nias Barat adalah suatu impian dan harpan seluruh masyarakat Nias Barat yang telah melalui proses dan perjuangan panjang, tahun 1950an pernah dicetuskan dan bilamana baru tahun 2008 ini baru terwujud adalah waktu yang inda yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Nias Barat. Parose yang terjadi di tingkat pusat di tandai dengan menjadi hak inisiatif DPR-RI Thn 2004 untuk membuat RUU dan kemudian mengalami kevakuman dan tahun 2007 sekali lagi hak inisiatif DPR-RI dalam RUU dan proses bergulir terus sampai di undangnya Daerah Otonomi Baru tersebut.

Sidang Paripurna 29 Oktober DPR RI Pengesahan Kabupaten Nias Barat

Panitia yang selama ini terlibat melalui Badan Persiapan Pemekaran (BPP-Kanisbar) di Nias, Medan dan Perwakilan Jakarta adalah hanya kepanjangan dan penyambung lidah dari masyarakat Nias Barat itu sendiri, demikian juga dalam kepanitiaan TIM FASILITASI, kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut untuk mewujudkan pemekaran Nias yaitu Kanisbar, Kanira dan Kota Gunung Sitoli. Seluruh masyarakat Nias Barat adalah bagian dalam  perjuangan tersebut oleh karena Nias Barat adalah milik semua masyarakat Nias Barat dan bukan milik satu orang atau kelompok. Dalam mengenang perjuangan ini, maka saya ajak kita semua untuk melihat lebih dalam dan terbuka bahwa banyak suka duka yang kita alami, saya merasakan sendiri walau kadang-kadang ter-ekspresikan dengan cara sendiri-sendiri dalam mewujudkan pemekaran tersebut. Oleh karena itu, janganlah kita hanya melihat proses terakhirnya saja misalnya seminggu atau dua minggu sebelum disahkannya UU Otonomi tersebut, tetapi harap dicatat: disaat panitia sudah terlena dan terkesan tidakada kegiatan hampir 2.5 tahun, maka pernahlah bertemu/berkumpul beberapa orang pada tanggal 19 Februari 2007 untuk mengingatkan dalam hati masing-masing bahwa ada pekerjaan yang tertunda yang harus diteruskan, at yang hadir : Bpk. Ama Surya Daeli (alm), Ama Valen Zebua, Ama stefi Hia, Firman Jaya Daeli, Ama Moses Maruhawa, Arna Kristian Lase, Yosia Halawa, kemudian rapat BPP Kanisbar di kantor Sdr ama Javier Hia di DDN dan seterusnya diadakan pertemuan masyarakat Nias Barat di Hotel Mercure di Jl. Hayam Wuruk berssama BRR-Perwakilan Nias. Pada waktu itulah Bapak Firman Jaya Daeli, menggandeng/menuntun pimpina Komisi II yaitu Bpk. Fachrudin bersama anggota DPR RI dari Fraksi PDIP mengikuti pertemuan tersebut yang selanjutnya dari Fraksi PDIP tersebut mengemban tugasnya untuk membantu terjadinya pemekaran kabupaten Nias Barat bersama-sama fraksi lain.

Bapak/Ibu, sdra/I, yannn terkasih dalam Kristus Yesus, tidaklah berlebihan bilamana masyarakat Nias Barat berterima kasih juga kepada Bupati Nias, dalam pemekaran ini, karena beliau telah melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah (seperti kepala daerah lain) yang mendukung pemekaran ini, karena beliau juga menyadari dan merasakan denyut jantunnng masyarakat Nias Barat yang tidak pernah berhenti, memimpikan, memperjuangkan dan bertekad bulat untuk mewujudkanKabupaten Nias Barat. Oleh karena itu, yang layak menjadi pejuang pemekaran (apapun namanya) bukan siapa-siapa tetapi masyarakat Nias Barat itu sendiri, namun diakui atau tidak diakui, dari awal perjuangan pemekaran ini dari tahun 2003 sampai diparipurnakanya UU Otonomi tersebut, ada putra Nias Barat yang tidak pernah meninggalkan perjuangan ini yang selalu mendorong menuntun panitia dikala hampir putus asa, hal ini biarlah sejarah yang mencatat karena Tuhan telah menggunakannya sebagai saluran berkat bagi masyarakat Nias secara umum dan Nias Barat secara khusus.

Disadari atau tidak disadari, selama perjuangan ini banyak hal-hal yang timbul baik suka maupun duka, lebih dari itu mungkin banyak kesalahfahaman  diantara kita semua, khususnya masyarakat Nias Barat iotu sendiri, ada perbedaan pandapat, ada ketersingungan, ada sikap/tingkah laku, bicara yang tidak berkenan bagi sesame, saya melihat itu timbul karma semangat yang berbeda-beda dan bahkan saya anggap itu adalah romantika perjuangan, maka malam ini mari kita tanggalkan semuanya, mari kita bergandengtangan, menyongsong dan membangun Nias Barat yang lebih baik, baik kesejahteraan maupun persatuan diantara kita. Kita wujudkan hal itu, mari kita bersalam-salaman, saling memaafkan, Orang Besar mampu memaafkan, karena “memaafkan (mungkin) tidak memperbaiki masa lalu tetapi pasti mem-perindah masa depan. Dalam perjuangan ini terlihat kekompakan masyarakat Nias Barat mauppun Panitia seperti seni dalam olahraga sepakbola, semua berperanan dalam satu tim, seorang pemain besar tidak merepuk dada tetapi selalu mengutamakan tim dan kedepan telah terpampang Kabupaten Nias Barat yang harus diisi, maka saya rasa alangkah indahnya kalau semua komponen masyarakat terlihat dalam pembangunan biarlah sebuah simfony merdu dalam sebuah orkestra, karena semuanya mempunyai peranan walaupun bunyi dan suara masing-masing berbeda-beda, maka sangat menggugahlah moto yang akhir-akhir ini sering kita dengar “Besatu Dalam Damai, Bersama dalam Perbedaan“

Bapak/Ibu, sdra/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, acara Syukuran, Natal dan Tahun Baru Masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek ini, adalah pertama sekali dilaksanakan, dan Panitia mengangkat Tema : Bersyukurlah, sebab Dia milikmu dengan Sub Tema: Dengan semangat Natal, marilah kita memiliki karakter Kristus dalam membangun Nias Barat, sebab Dia milikmu
Mari kita bersyukur karena Tuhan begitu baik bagi kita, Ia menjadi manusia karena Ia milik kita, mari kita  memasuki Natal denga hati terbuka karena Juruselamat telah datang bagi kita, maka kia sewajarnya memiliki karakter dari Yesus yang senantiasa mengasihi kita semua dan memberi kita damai sejahtera.

Sebelum saya akhiri semua laporan ini, sekali lagi Panitia mengucapkan selamat datang kepada kita semua, sembari berterima kasih atas kehadirannya dalam mengikuti acara demi acara sampai selesai dan berpisah di tempat ini, secara pribadi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan panitia yang dengan semangat yang tulus membantu terlaksananya acara ini, demikian juga kepada seluruh penasehat yang tidak henti-hentinya memberi semangat dan dorongan kepada kami sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik, demikian juga tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara ini, bagi paduan suara/koor, vocal group, artis ibu kota dan lebih-lebih kepada bapak Pendeta Pengkhotbah, seluruh hamba Tuhan yang melayani sidang jemaat ditempat ini, namun panitia juga menyadari kekurangan kami dalam melayani bapak/ibu/sdra/i sekalian, kalau selama  persiapan panitia, lebih-lebih selama acara ini berlangsung ada kesilafan, ada kesalahan kami, maka denga segala kerendahan hati kami dari panitia dan secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya dari bapak/ibu, sdra/i sekalian.

Panitia merasakan sukacita yang sangat berarti atas kehadiran bapak/ibu sekalian terutama Majelis dan pengurus Gereja BNKP, Gereja ONKP, Gereja Amin, Gereja BKNPI, IWKN, dll serta kepada rekan -rekan BPP Kanira, BPP Kota Gunung Sitoli, HIMNI, FKNO,HKNB, IKMNT dan seluruh organisasi masyarakat Nias se-Jabodetabek termasuk organisasi/paguyuban dan wadah masyarakat Nias Barat di Jabodetabek dengan acara syukuran ini kita bisa bersama-sama mengucap syukur dan bersuka cita karena kita dipersatukan melalui kelahiran Yesus Kristus Juruselamat dan yang telah memberkati Nias Barat dengan terbentuknya Kabupaten Nias Barat.

Terima kasih, Tuhan Memberkati “Selamat atas terbentuknya Kabupaten Nias Barat, Selamat Natal 2008 dan Selamat tahun Baru 2009″ Yaahowu!!!

Faahakhododo Maruhawa, SE
(Ama Moses Maruhawa)

6/03/2007

Sosialisasi Pemekaran Nias (Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli)

Ya'ahowu - Dalam rangka memperjuangkan pemekaran  Nias (Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli), Panitia/Tim Fasilitasi Pemekaran Nias mengadakan malam pagelaran budaya yang bertujuan untuk sosialisasi pembentukan Kabupaten baru di Kepulauan Nias, baik kepada masyarakat Nias dan juga diluar masyarakat Nias yang diadakan pada hari sabtu, 2 Juni 2007 di Hotel Katika Chandra - Jakarta.

Faahakhododo Maruhawa sebagai Ketua Panitia Sosialisasi Pemekaran Nias / Malam Pesona Budaya Nias yang juga sebagai Tim Fasilitasi Pemekaran Nias, mengajak kepada seluruh masyarakat Nias khususnya untuk mendukung Pembentukan Kabupaten baru yang akan di mekarkan, karna melalui Daerah Otonomi Baru tersebut memberikan peluang untuk memajukan daerah, misalnya para putra daerah Nias bisa terlibat langsung untuk membangun daerah termasuk terbukanya kesempatan bagi pemuda-pemudi Nias menjadi PNS dan dapat membuka lapangan kerja yang baru.

Adapun acara Pagelaran Budaya Nias yang diadakan di Jakarta ini untuk memberikan semangat baru bagielang) , Maena Maru, Fagaele dan acara Penyambutan Tamu khas Nias.
masyarakat perantauan untuk tetap menggali, melestarikan Budaya yang sudah menjadi warisan para leluhur masyarakat Kepulauan Nias. Budaya yang ditampilkan berupa atraksi: Tari Perang, Lompat Batu, Tari Moyo (

Beberapa tokoh yang hadir diantaranya Gubernur DKI Jakarta (Fauzi Bowo), Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (Lukman Edi), yang mewakili Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh - tokoh masyarakat Nias: Firman Jaya Daeli, Yasonna H Laoly, Faano Daeli, unsur Pemda Nias, dll.

Perjuangan Pemekaran Nias (Nias Utara dan Nias Barat) sebenarnya sudah di mulai pada tahun 2004 ketika DPR dalam sidang paripurna menyetui dan mengusulkan kepada Presiden untuk ditindak lanjuti sekaligus mengeluarkan Amanat Presiden (Ampres) supaya ditindak lanjuti dan di proses menjadi Daerah Otonomi Baru. Proses pembentukan daerah Otonomi tersebut mengalami kevakuman dikarenakan terjadinya: Bencana Alam (Tsunami 26 Des 2004 dan Gempa 28 Maret 2005), wafatnya Gubernur Sumatera Utara Bapak Tengku  Rizal Nurdin, dan Pilkada Nias tahun 2006.

Kemudian bulan Februari 2007, digulirkan kembali Perjuangan Pemekaran Nias dengan memperbaharui berkas dan termasuk pengajuan Pemekaran Kota Gunungsitoli kepada Komisi II DPR RI, sehingga perjuangan Pemekaran tersebut meliputi Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli. Untuk memudahkan mobolitas dari Panitia setiap daerah dimaksud maka dibentuklah Tim Fasilitasi Pemekaran Nias yang terdiri dari kurang lebih 20 orang yang mewakili ketiga calon Daerah Otonomi Baru (DOB).



About

Popular Posts

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates